Baliantri’s Weblog

Desember 1, 2007

Jualan rokok di SPBU

Diarsipkan di bawah: Bisnis — baliantri @ 3:49 am

Walaupun ini hanya sebuah ide. Ingin rasanya untuk menuangkan ide dalam sebuah tulisan Blog saya.

Saya sering memperhatikan pada saat saya datang ke SPBU untuk mengisi bensin kendaraan saya disana tertulis DILARANG MEROKOK , yang menjadi pertanyaan apakah hal ini menyaratkan juga tidak boleh jualan rokok di SPBU??

Ini adalah sebuah peluang menurut saya, karena kita tahu bahwa selain mall, SPBU memiliki kunjungan yang cukup rame namun dengan waktu tinggal yang cukup pendek.

Jika kita buka kafe dan mini market di SPBU mungkin kurang tepat karena kita tahu bahwa waktu yang dimiliki oleh konsumen cukup sedikit.

Maka yang perlu diperhatikan bahwa jualan apa yang memerlukan waktu sedikit yaitu salah satunya adalah jualan rokok, tapi tidak boleh merokok (di SPBU) .

Kalau ada masukan, thankss banget ya . Untuk dapat mewujudkan ide tersebut

Oktober 31, 2007

PELUANG JUALAN ANEKA ICE DI SEPUTARAN KAMPUS

Diarsipkan di bawah: Bisnis — Tag:, , , , , , , , — baliantri @ 7:15 am

Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Mulai dari makan nasi sampai dengan camilan, tidak ketinggalan juga minumannya mulai dari air putih sampai dengan juice
Tapi ternyata makan dan minum bukan hanya menjadi kebutuhan pokok namun juga sebagai sebuah keisengan ataupun sebuah alasan untuk mencari tempat nongkrong dan kumpul-kumpul.
Membuka usaha Aneka Ice di dekat kampus merupakan peluang yang masih terbuka. Anggap saja satu kampus mempunyai mahasiswa sebanyak 5.000 orang dan tiap hari yang kuliah berkisar 1.000 orang
20% dari mereka mampir ke tempat kita aja sudah cukup lumayan. Konsumen kita perhari kira-kira 200 orang.

Kita dapat menjual aneka ice juice seperti :
Juice Apokat
Juice Nangka
Juice Pisang
Juice Pepaya
Juice Mangga
Juice Tape
Juice Anang (Apokat Nangka)
Juice Pinang (Pisang Nangka)
Juice pepi (pepaya Pisang)
Juice Tepi (tape pisang)
Juice Mata (Mangga Tape)
dsb
Dapat menjual aneka minuman kaleng dan kemasan :
Teh botol sosro
Coca cola
Fanta
Sprite
Mizone
dsb
Selain menjual aneka minuman juga kita dapat juga menjual makanan ringan (snack), tapi yang perlu diingat bahwa yang kita bukan hanya jualan minuman atau makanan tapi kita juga
memperhatikan kondisi ruangan (fasilitas yang disediakan) seperti tempat duduk yang cukup dan memungkinkan untuk mereka membentuk sebuah kelompok (musah untuk dipindah-pindahkan)
atau penataan kursinya sudah berkelompok. selain itu ada juga tempat duduk untuk berdua sehingga mereka nyaman untuk berkomunikasi satu sama lain.
Jadikan temapt kita sebagai tempat yang nyaman untuk nongkrong dan kumpul-kumpul.

Sebuah Kesalah Pahaman

Diarsipkan di bawah: Bisnis — Tag:, , , — baliantri @ 5:52 am

etes air mata mengering dipipi, kesal di hati. begitulah perasaan seorang ami.
Karena sebah keengkelan seorang Ibu. Memang Ibu (Ida) bukanlah ibunya

Ibu ida adalah tetangga (orang) yang tinggal disebelah toko rental komik dimana
Ami bekerja.

Sebelumnya saya perkenalkan Ami adalah seorang mahasiswa yang sedang kuliah
di fakultas pariwisata disebuah universitas di BAli, Ia orangnya baik, sedikit pendiam,
putih kulitnya. merantau ke Bali hanya untuk sekolah.
cita-citanya ingin bekerja di Hotel, keinginan terdekatnya adalah mengikuti training ke AS

Kembali ke cerita diawal…..
PAda suatu pagi hari kira2 pukul 10.00 , ada seorang anak (arim) membawa seekor anak kucing masuk kedalam kamar mandi toka ami bekerja. arim meninggalkan anak kucing tersebut dalam kamar mandi……

Beberapa saat kemudian Ibu Ida kelihatan kebingungan, mencari sesuatu

Apakah itu segera lanutannya soalnya sudah habis waktu di warnet nihhh sory ya

JANGAN ANGGAP REMEH UANG RECEH

Diarsipkan di bawah: Bisnis — baliantri @ 5:51 am

Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 652/XIII

Kalau saya anggap bahwa sebagian besar dari Anda pada saat ini masih mencicil rumah, maka sangat mungkin sekali bahwa cicilan rumah yang Anda bayar menghabiskan sekitar 30 persen dari penghasilan keluarga Anda.

Bila Anda membaca tulisan di NOVA beberapa nomor yang lalu bahwa Anda sebaiknya menabung sebelum membayar biaya hidup Anda, maka sangat mungkin pula Anda sekarang mulai melakukannya. Apa yang Anda tabung? Mungkin saja untuk pendidikan anak Anda kelak. Apakah mungkin Anda menabung sekitar 15 persen dari penghasilan Anda untuk pendidikan anak Anda kelak? Ya, sangat mungkin sekali.

Apa lagi pengeluaran yang mungkin ada? Ah, ya. Sangat mungkin sekali Anda juga membayar premi asuransi. Entah itu asuransi jiwa, kesehatan, atau kerugian (untuk rumah dan mobil Anda). Bisa saja Anda menghabiskan sekitar 20 persen dari penghasilan Anda untuk membayar asuransi-asuransi itu.

CUMA “UANG RECEH”?

Sekarang mari kita berhitung. Dengan perkiraan kondisi seperti di atas, maka total pengeluaran Anda kemungkinan akan seperti di bawah ini.

UANG MASUK
Penghasilan : 100 persen

UANG KELUAR
Cicilan Hutang : 30 persen
Tabungan Rutin : 15 persen
Premi Asuransi : 20 persen
Total : 65 persen dari penghasilan

Ini berarti, sebelum Anda sempat belanja kebutuhan hidup sehari-hari, atau sepasang sepatu atau pakaian, atau biaya transportasi sehari-hari, dan sebelum Anda membayar kebutuhan rekreasi, sekitar 65 persen dari penghasilan Anda sudah berkurang.

Dengan jumlah sisa penghasilan keluarga yang hanya 35 persen, Anda memutuskan untuk pergi makan ke restoran fast food. Sekali makan menghabiskan sepuluh ribu rupiah. “Ah… enggak ada masalah,” begitu pikir Anda. Toh cuma sepuluh ribu ini.

Setelah mengeluarkan jumlah uang yang cukup besar untuk membayar cicilan rumah, menabung buat anak, dan membayar premi asuransi, apa bedanya keluar uang sepuluh ribu untuk makan di restoran? Toh itu cuma “uang receh” kata Anda.

BEDANYA BANYAK SEKALI!

Betul. Kalau Anda keluar uang sepuluh ribu rupiah setiap hari untuk makan di restoran, atau beli cokelat, bahkan beli majalah atau apa pun, maka dalam duapuluh tahun saja Anda akan keluar uang Rp 206 juta! Itu dengan asumsi bahwa setiap tahun harga-harga naik sebesar 10 persen per tahun. Bayangkan, itu adalah jumlah “uang receh” yang Anda keluarkan setiap hari.

Karena itu, saran saya kali ini adalah: jangan meremehkan pengeluaran-pengeluaran kecil yang Anda lakukan setiap hari, sekecil apa pun. Tetap kendalikan pengeluaran dalam keluarga Anda. Kalau Anda mencicil rumah, mobil, atau menabung secara rutin untuk anak Anda setiap bulan, Anda tentunya tidak mengontrol pengeluaran tersebut setiap hari.

Tapi untuk pengeluaran-pengeluaran lainnya, maka biasanya Anda lakukan setiap hari. Karena itu, tidak ada salahnya jika pengontrolan terhadap pengeluaran-pengeluaran kecil itu juga dilakukan setiap hari.

Saya tidak menyarankan Anda untuk berhenti makan di restoran. Saya juga tidak menyarankan Anda untuk tidak membeli majalah, beli cokelat atau apa pun. Yang saya sarankan untuk Anda adalah agar Anda mengendalikan pengeluaran-pengeluaran kecil Anda. Karena bila Anda tidak mengendalikannya, maka Anda sendirilah yang akan rugi karena Anda akan mengeluarkan uang terlalu banyak untuk hal-hal yang belum tentu penting.

Nah, setiap kali Anda datang ke supermarket, restoran, toko baju, atau apa pun itu, tanyakan kepada diri Anda pertanyaan sebagai berikut: apakah pengeluaran yang saya lakukan ini akan membantu saya mencapai tujuan-tujuan keuangan saya?

Kekasih Sesungguhnya

Diarsipkan di bawah: Bisnis, Renungan — Tag:, , , , , , , , — baliantri @ 5:49 am

Heather sangat malu ketika Lorenzo Martelli meninggalkannya di hari pernikahan mereka. la menyalahkan Renato, kakak Lorenzo. Bagi Heather, pernikahan ini tidak akan terjadi bila Renato tidak memaksakan kehendak dan mengatur segalanya sesuai dengan keinginan sendiri. Heather hanya ingin pulang ke Inggris, tapi saat ini dia berada di Sisilia, pulau yang penuh tradisi kuno, tempat kehormatan adalah segala-galanya.

Baptista, ibu Renato dan Lorenzo. sangat malu akan tingkah anak bungsunya. Bagi Baptista, Heather datang ke Sisilia untuk menikah dengan satu putranya, dan itu harus terjadi demi pulihnya kehormatan keluarga. Artinya, kalau tidak menikah dengan Lorenzo, Heather harus menikah dengan Renato.
Heather menolak keras, tapi bisakah ia lari dari keluarga Martelli karena sebenarnya di batik kebencian pada Renato, diam-diam ia mengagumi sikap tegas dan aura kepemimpinan pria itu?

Sumber : http://komikbekas.portfoliokita.com

Blog pada WordPress.com.